JENIS-JENIS PERENCANAAN PENDIDIKAN


Pendahuluan

Merencanakan pada dasarnya menentukan kegiatan yang hendak dilakukan pada masa depan. Kegiatan ini di maksudkan untuk mengatur berbagai sumber daya agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan, bagaimana mengerjakan, apa yang harus dikerjakan dan siapa yang mengerjakan. Perencanaan sering juga merupakan jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang. Meskipun keadaan masa depan yang tepat itu sukar diperkirakan, karena banyak faktor di luar pengusaan manusia yang berpengaruh pada rencana. Tetapi tanpa perencanaan kita akan menyerahkan keadaan pada masa yang akan datang itu pada suatu kebetulan.

Menurut Yusuf Enoch dalam   (Udin Syaefudin Sa’ud, Abin Syamsudin Makmun, 2009) Perencanaan pendidikan merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian tuuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang sosial ekonomi, sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional.

Untuk itu perencanaan membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil tidak lepas kaitannya dengan masalah yang dihadapi pada masa yang akan datang. Perencanaan yang baik hendaknya memperhatikan sifat-sifat kondisiyang akan datang, dimana keputusan dan tindakan efektif dilaksanakan.

Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen, perencanaan menempati fungsi pertama dan utama diantara fungsi-fungsi manajemen lainnya, misalnya POAC yang menempatkan perencanaan dalam fungsi pertama. Para pakar manajemen menyatakan bahwa apabila perencanaan telah selesai dan dilakukan dengan benar, sebagian pekerjaan besar telah selesai dilaksanakan.

Bertitik tolak dari uraian latar belakang diatas maka dalam makalah ini akan dibahas jenis-jenis perencanaan pendidikan ditinjau dari berbagai macam aspek.

 

Pembahasan

Jenis-Jenis Perencanaan Pendidikan

Ada beberapa jenis perencanaan dalam pendidikan. Pertama yaitu jenis perencanaan yang ditinjau dari dari segi ruang lingkupnya ada tiga yaitu perencanaan mikro, perencanaan messo dan perencanaan makro. Kedua adalah jenis perencanaan ditinjau dari segi waktu yang dapat dibagi menjadi tiga juga yaitu perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka menengah dan juga perencanaan jangka panjang. Ketiga perencanaan ditinjau dari segi telaahnya dapat dibagi menjadi tiga juga yaitu jenis perencanaan strategi ,operasional, dan manajerial. Keempat ditinjau dari rancangan sistemnya dapat dibagi menjadi dua yaitu perencanaan perbaikan dan perencanaan pengembangan. Kelima ditinjau dari peranan pemerintah dapat dibagi menjadi dua yaitu, perencanaan wajib, dan perencanaan arahan. Keenam ditinjau dari orang yang terlibat dapat dibagi menjadi dua yaitu, perencanaan individual dan perencanaan parsipatori. Dan yang ketujuh ditinjau dari sektornya dapat dibagi menjadi tiga yaitu, perencanaan nasional, perencanaan regional, dan perencanaan tata ruang.

Berdasarkan Luas Jangkauan ruang dan Besaran

1.   Perencanaan Makro

Perencanaan makro adalah perencanaan yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai dan cara-cara mencapai tujuan itu pada tingkat nasional. Rencana pembangunan nasional dewasa ini meliputi rencana dalam bidang ekonomi dan sosial. Dipandang dari sudut perencanaan makro, tujuan yang harus dicapai negara (khususnya dalam bidang peningkatan SDM) adalah pengembangan sistem pendidikan untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif pendidikan harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang terampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila.

 

2.   Perencanaan Messo

Kebijaksanaan yang telah ditetapkan pada tingkat makro, kemudian dijabarkan kedalam program-program yang berskala kecil. Pada tingkatannya perencanaan sudah lebih bersifat operasional disesuaikan dengan depertemen dan unit-unit

3.   Perencanaan Mikro

Perencanaan mikro diartikan sebagai perencanaan pada tingkat instituisional dan merupakan penjabaran dari perencanaan tingkat messo khususnya dari lembaga mendapatkan perhatian, namun tidak boleh bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan dalam perencanaan makro ataupun messo.

Berdasarkan  Jangka Waktu

Berdasarkan jangka waktu perencanaan dibagi menjadi tiga macam:

1.    Perencanaan Jangka Panjang

Rencana jangka panjang adalah perencanaan yang meliputi kurun wak 10, 20, atau 25 tahun. Parameter atau ukuran keberhasilannya bersifat sangat umum, global dan tidak terperinci. Makin panjang jangka waktunya makin banyak variabel dan parameter yang sulit diukur pencapaiannya. Namun demikian perencanaan jangka panjang dapat memberi arah untuk perencanaan jangka menengah maupun jangka pendek.

 

  1. Perencanaan Jangka Menengah

Perencanaan jangka menengah mencakup kurun waktu antara 4 – 7 tahun atau 5 – 10 tahun. Perencanaan ini penjabaran dari rencana jangka panjang, tetapi sudah lebih bersifat operasional.

 

3.    Perencanaan Jangka Pendek

Perencanaan jangka pendek adalah perencanaan tahunan atau perencanaan yang dibuat untuk dilaksanakan dalam waktu antara 1 – 3 tahun atau kurang dari 5 tahun. Perencanaan ini merupakan penjabaran dari rencana jangka menengah dan jangka panjang. Dengan demikian perencanaan tahunan bukan hanya sekedar pembabakan dari rencana 5 tahun, tetapi merupakan penyempurnaan dari rencana itu sendiri.

Perencanaan jangka pendek dibagi dan dibedakan ke dalam tiga macam:

  1. Perencanaan tahunan (Annual planning)
  2. Perencanaan untuk memecahkan masalah-masalah mendesak yang mungkin dapat dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun.
  3. Perencanaan kerja dalam pelaksanaan tugas rutin yang dapat berupa perencanaan triwulan, bulanan, mingguan, bahkan juga harian, termasuk prosedur kerja dan cara-cara kerja.

 

Kegiatan-kegiatan apakah yang terdapat dalam penyusunan rencana tahunan ? secara garis besar jenis kegiatan dan tahapannya meliputi sebagai berikut:

  1. Penyusunan kebijakan umum
  2. Penyusunan kebijakan teknis
  3. Penyusunan rancangan penyesuaian  kebijaksanaan
  4. Penyempurnaan program
  5. Penyusunan uraian kegiatan operasional proyek-proyek (UKOP)
  6. Identifikasi proyek
  7. Penyusunan pra-DUP (daftar Usulan Proyek)
  8. Penyusunan DUP Depdikbud
  9. Pembahasan DOP, antara Depdikbud, Bapenas dan Departemen Keuangan
  10. Penyusunan UKOP
  11. Penyusunan Pra-DIP (Daftar Isian Proyek)
  12. Pembahasan Pra-DIP, antar Depdikbud, Bappenas, dan Dirjen Anggaran
  13. Penyempurnaan UKOP

Penyelesaian DIP (dari konsep DIP yang telah disetujui)

 

Berdasarkan  Telaahnya

  1. Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis disebut juga dengan perencanaan jangka panjang. Strategi itu menurut R.G. Muurdick diartikan sebagai konfigurasi tentang hasil yang diharapkan tercapai pada masa depan. Bentuk konfigurasi terungkap berdasarkan:

  1. Ruang lingkup
  2. Hasil persaingan
  3. Target
  4. Penataan sumber-sumber

Perencanaan strategis digunakan untuk mengatakan suatu lingkup perencanaan yang lebih “general”  disamping adanya beberapa jenis perencanaan lain yang disebut stainer. Pengertian perencanaan strategis yaitu proses pendayagunaan sumber-sumber dan strategi yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber untuk pencapain tujuan.

Hal tersebut bertujuan untuk mencari bentuk dan identitas pada masa yang akan datang dengan mempertimbangkan berbagai kompleks dalam suatu sistem. Berdasarkan hal diatas, metode penelaah dan pemecahan masalah didasarkan atas kerangka ini mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut:

  1. Sistematik dan sistemik
    1. Berorientasi pada output dan konfigurasi keinginan
    2. Mempunyai tujuan menyeluruh
    3. Berdimensi jangka panjang, menengah, dan pendek
    4. Menerapkan metode keilmuan analisi teoretik dan empirik dengan program pengembangan
    5. Rencana operasional terjabar kedalam proyek dan program
    6. Berlandaskan kebijakan
    7. Memperhitungkan norma dan kaidah
    8. Mempunyai pola input, proses, output dengan informasi umpan balik

 

  1. Perencanaan Manajerial

Perencanaan manajerial merupakan perencanaan yang ditujukan untuk menggerakkan dan mengarahkan  proses pelaksanaan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam perencanaan ini sudah lebih terperinci dan di dukung oleh data-data srtatistik, namun dalam beberapa hal lebih banyak menggunakan pertimbangan akal rasio.

 

  1. Perencanaan Operasional

Perencanaan operasional merupakan rencana apa yang akan dikerjakan dalam tingkat pelaksanaan di lapangan . Perencanaan ini bersifat konkret dan spesifik serta berfungsi memberikan petunjuk teknis mengenai aturan, prosedur serta ketentuan-ketentuan lain yang telah ditetapkan. Perencanaan operasional bersifat teknik dan tidak memerlukan lagi penafsiran-penafsiran karena didasarkan pada data kuantitatif yang dapat diukur.

 

Berdasarkan  Rancangan Sistemnya

Perencanaan dilihat dari rancangan sistem dibedakan menjadi:

  1. Perencanaan Perbaikan

Perencanaan perbaikan merupakan perencanaan yang ditujukan untuk memperbaiki sistem yng telah ada tanpa menambah atau mengurangi komponen sistem yang ada. Perencanaan perbaikan bertujuan agar sistem yang telah ada lebih meningkat baik produktivitas, efisiensi maupun efektivitasnya.

 

  1. Perencanaan Pengembangan

Perencanaan pengembangan merupakan perencanaan yang ditujukan untuk menambah dan meningkatkan output atau keluaran sistem atau menambah jenis keluaran baru dengan cara menambah atau mengurangi komponen-komponen sistem yang ada atau membuat sub sistem baru. Dengan penambahan sub sistem baru maka keluaran akan lebih meningkat dan bertambah jenisnya dengan cara-cara yang efektif, efisien dan cara yang lebih baik dengan menggunakan mekanika atau elektronika.

 

Berdasarkan  Peranan Pemerintah

            Perencanaan dilihat dari peranan pemerintah dibedakan menjadi :

  1. Perencanaan Wajib

Perencanaan wajib adalah perencanaan yang dilakukan oleh suatu badan yang memiliki kekuasaan secara penuh karena mendapat tugas dan mandat dari pemerintah untuk menentukan sasaran, kebijakan dan strategi pembangunan.

 

  1. Perencanaan Arahan

Perencanaan arahan adalah perencanaan yang hanya menunjukan arah sasaran kebijakan dan strategi pembangunan. Arahan yang diberikan tidak bersifat meningkat, dan fungsinya hanya sebagai nasehat.

 

Berdasarkan  Orang yang Terlibat

            Berdasarkan orang yang terlibat dalam perencanaan pendidikan sering dibedakan menjadi perencanaan individual dan perencanaan partisipatori.

  1. Perencanaan Individual

Perencanaan individual adalah perencanaan yang hanya dilakukan oleh seorang individu dalam suatu kegiatan perencanaan tanpa melibatkan pihak-pihak lain. Perencanaan yang bersifat individual biasanya terjadi pada organisasi kecil atau pimpinan yang bergaya otoriter. Namun demikian masukan-masukan dari pihak-pihak lain serta data dan informasi yang ada tetap dimanfaatkan dalam proses perencanaan pendidikan.

 

  1. Perencanaan Parsipatori

Perencanaan parsipatori adalah perencanaan yang melibatkan beberapa atau banyak orang dalam suatu kegiatan perencanaan parsipatori dilibatkan orang-orang yang berkepentingan dan kadang sering bertentangan dengan perencanaan yang sedang dibuat oleh beberapa orang atas dasar wewenang, kedudukan, fungsi seperti perencanaan tingkat pemerintah pusat oleh kementerian atau biro perencanaan ,kepala kantor atau kepala dinas di sekolah, dan para kepala sekolah pada satu satuan pendidikan.

 

Berdasarkan Sektor

            Berdasarkan sektor perencanaan dibagi menjadi tiga macam:

  1. Perencanaan Nasional

Proses penyusunan perencanaan berskala nasional sebagai konsensus dan komitmen seluruh rakyat yang terarah, terpadu, menyeluruh untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

 

  1. Perencanaan Regional

Perencanaan regional sering juga disebut dengan perencanaan daerah atau wilayah, diantaranya Propeda dan perencanaan pendidikan di tingkat propinsi, kabupaten /kota.

 

  1. Perencanaan Tata Ruang

Perencanaan tata ruang merupakan perencanaan yang mengupayakan pemanfaatan fungsi kawasan tertentu, mengembangkan secara seimbang ,baik secara ekologis, geografis maupun demografis.

 

Hubungan Antar Tipe-Tipe atau Jenis-Jenis Perencanaan

Tipe-tipe perencanaan baik dari segi waktu, ruang lingkup, maupun dari segi sifat ada kaitan satu dengan yang lainnya. Perencanaan jangka panjang berkaitan erat dengan tipe-tipe ruang lingkup terutama perencanaan mikro dengan perencanaan operasional. Perencanaan jangka panjang sifatnya umum dan fleksibel, hampir sama dengan perencanaan strategi yang sifatnya juga belum spesifik. Perencanaan operasional pada umumnya dilakukan dengan jangka pendek yang mencakup perencanaan makro, messo maupun mikro. Perencanaan operasional berjangka pendek ini paling jelas tampak pada perencanaan mikro sebab ia bergerak dalam wilayah yang sangat kecil.

Sedangkan Perancanaan  itu sendiri adalah seperangkat prosedur untuk memecahkan permasalahan fisik, sosial, dan ekonomi, yang harus meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Seperangkat tindakan
  2. Upaya untuk memecahkan masalah
  3. Memiliki dimensi waktu dan berorientasi ke masa yang akan datang
  4.  Suatu proses berputar dengan adanya umpan balik
  5. Melibatkan beberapa alternatif untuk mencari pemecahan

 

Dari definisi atau pengertian tentang perencanaan tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa perencanaan tersebut disusun agar dapat menuju kearah yang lebih baik, walaupun demikian tidak semua perencanaan tersebut berjalan sesuai rencana, terkadang sesuatu yang telah kita perhitungkan dengan matang, tapi pada kenyataanya kadang kala terdapat masalah yang diluar perkiraan kita, oleh karena itulah perencanaan tersebut akan terus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.

Kebijakan yang sering berganti-ganti bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya mutu pendidikan saat ini, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya mutu pendidikan, diantara faktor-faktor tersebut misalnya adalah rendahnya kualitas/profesionalisme guru selaku tenaga pendidik, kurangnya sarana prasarana pendidikan, kurangnya perhatian orang tua/partisipasi masyarakat juga dapat menyebabkan rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya kualitas/profesionalisme guru dapat disebabkan karena banyak sekali guru yang tidak fokus kepada profesinya dikarenakan rendahnya income yang diperoleh guru tersebut, hingga mereka mengajar hanya untuk memenuhi kewajiban saja, mereka tidak mempunyai beban moral atau tanggung jawab untuk mencerdaskan anak didik mereka, karena yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana mereka dapat mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itulah perubahan kebijakan yang dilakukan ditengah jalan sebaiknya seminimal mungkin kalau bisa dihindarkan, hingga tidak menjadikan salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan.

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis perencanaan pendidikan dibagi menjadi beberapa macam. Pertama ditinjau dari dari segi ruang lingkupnya ada tiga yaitu perencanaan mikro, perencanaan messo dan perencanaan makro. Kedua ditinjau dari segi waktu yang dapat dibagi menjadi tiga  yaitu perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka menengah dan juga perencanaan jangka panjang. Ketiga ditinjau dari segi telaahnya dapat dibagi menjadi tiga yaitu jenis perencanaan strategi, operasional, dan manajerial. Keempat ditinjau dari rancangan sistemnya dapat dibagi menjadi dua yaitu perencanaan perbaikan dan perencanaan pengembangan. Kelima ditinjau dari peranan pemerintah dapat dibagi menjadi dua yaitu, perencanaan wajib, dan perencanaan arahan. Keenam ditinjau dari orang yang terlibat dapat dibagi menjadi dua yaitu, perencanaan individual dan perencanaan parsipatori. Dan yang ketujuh ditinjau dari sektornya dapat dibagi menjadi tiga yaitu, perencanaan nasional, perencanaan regional, dan perencanaan tata ruang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s